Gunung
…. Mendengar satu kata itu pasti kita semua akan berpikiran sebuah pendakian
yang berat, bertebing curam, banyak rumput di sana-sini, penuh dengan semak
belukar, banyak hewan buas yang mengintai, hutan belantara dan masih banyak
lagi ekspektasi yang lain. Tapi itu semua akan terbantahkan dan sirna setelah
anda melihat gunung yang satu ini, dan semua itu akan di gantikan oleh
pemandangan yang indah di sepanjang perjalananya baik itu tumbuhan yang hidup
di sekelilingnya, panorama alamnya, lelah pun tak akan terasa selama melakukan
pendakian di tempat ini.
Lokasi ini berada di kota pisang, yupz sekitar 40 KM dari
pusat kota Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Tepatnya di desa Argosari
atau yang lebih dikenal dengan negeri di atas awan, kenapa disebut demikian ??
mari kita ulas lebih jauh tentang tempat ini.
 |
Narsis di atas awan #background deretan Pegunungan Bromo |
Disebut dengan negeri di atas awan karena desa ini berada
di ketinggian 2900 mdpl sehingga jika kita berada di desa ini seakan-akan kita
sedang berada di atas awan dengan gulungan awan yang sangat indah seperti samudra
namun dalam bentuk awan. B29 masih terletak di kawasan Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru, tepatnya di atas Desa Argosari, Kabupaten Lumajang. Karena
alasan ketinggiannya tersebutlah asal muasal dari penamaan lokasi ini yaitu
B29. Akses untuk menuju ke B29 sendiri ada beberapa alternatif rute. Rute
paling aman dan paling normal adalah rute dari Desa Argosari, Lumajang. Meski
paling aman jalannya masih dalam bentuk tanah dengan lebar sekitar kurang lebih
2 meter sehingga sangat disarankan saat musim sedang cerah untuk muncak, kalau
musim hujan yah bisa di bayangkan sendiri seperti apa medannya hehe.
Sedikit berbagi cerita
kami melakukan pendakian bersama 6 orang termasuk saya sendiri, 3 dari teman
kampus 3 yang lain yang udah kerja dan lagi liburan kebetulan kita muncak saat
weekend. Kami start dari kota jember pukul 05:00 pm sejumlah 4 orang lalu
ngetem di POM sekitar daerah lumajang ngisi BBM untuk persiapan sambil menunggu
teman yang lain yang berasal dari Surabaya. Karena asik ngobrol ngalor ngidul
ngetan ngulon hehe akhirnya tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 24:00 am
dan sesuai kesepakatan kita berangkat ke B29 dengan harapan bisa lihat sunrise
di B29 nantinya. Singkat cerita kami sudah di tengah perjalanan dan hujan mulai
turun meskipun tidak terlalu deras tapi cukup untuk membuat kami menggigil, dan
kita memutuskan untuk tetap lanjut dengan harapan hujan akan segera reda.
Ada satu kejadian unik
saat akan muncak usut punya usut ternyata diantara temen-temen ini belum pernah
ada yang ke B29 jadi kita pun hanya mengandalkan info dari internet yang di
akses dari gadget salah satu teman. Berikut ada link dari situs yang menjadi
panduan kami menuju B29 http://yoyokagus.blogspot.com/2014/02/jalan-menuju-b29.html.
Dan hal yang tidak di harapkan pun terjadi, yupz kesasar hehehe amsyong daah
malam-malam hujan pula ditambah kesasar lagi akhirnya satu pepatah muncul “malu bertanya sesat di jalan”. Dan alhasil benar kita kesasar akhirnya kita
putar balik arah karena pada salah satu pertigaan yang seharusnya kita belok
kiri tapi kita terus hahaha kocak dah. Malam pun semakin larut hujan yang
diharapkan reda pun masih mengguyur di tengah malam brrrrrr, ditambah lagi
dengan kondisi dari sekitar desa yang konon hawanya bisa mencapai minus.
Sampailah kita pada salah satu medan dimana jalannya sangat terjal berbatu, dan
menukik jadi kendaraan bermotor tidak bisa lagi jalan dengan berboncengan jadi
hanya joki saja yang bisa naik. Setelah berunding dan bertanya-tanya pada warga
desa Argosari kita akhirnya memutuskan untuk menitipkan sepeda motor di rumah
seorang warga desa Argosari dengan imbalan membayar biaya selama semalam
disana.
 |
Adventure pun di mulai pukul 02:00 am. foto Taking by : alfin |
|
|
|
Dan petualangan pun di mulai kita mulai
start jalan pada pukul 02.00 am di sinari oleh cahaya bulan di atas langit
Argosari,dan disuguhi oleh indahnya wisata Argosari wisata alam yang sungguh
indah. Perkebunan warga berupa tanaman sayur-sayuran seperti bawang pre, kubis,
kentang, wortel, dan cabe membuat mata terpesona melihatnya. Perkebunan warga
membentuk petak miring menyesuaikan kontur tanah perbukitan memang menjadi daya
tarik tersendiri kawasan ini jadi di sepanjang perjalanan pun kelelahan seakan
sirna.
 |
Rehat sejenak sambil ngangetin badan di gubuk warga Argosari. foto Taking by : Alfin |
|
Setelah sejenak rehat
sekedar menghangatan badan kami melanjutkan perjalanan yang masih sekitar
setengah perjalanan lagi, dengan masih di temani oleh dingin yang menusuk khas
Argosari dan iring2an tukang ojek yang wira-wiri dengan penumpangnya (hehehe).
Setelah kurang lebih 1,5 jam perjalanan kami pun sampai dengan yang di sebut
puncak B29, wuushhhh seakan kedatangan kita telah ditunggu oleh indahnya puncak
B29 dengan gumpalan awannya. Waaawww I’m feel free bro hahahaha.
Sesampainya di
puncak tanpa di koordinir lagi sebagian ada yang sibuk sedang mendirikan tenda
sebagian lagi membuat minuman penghangat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Dan waktu sudah menunjukkan pukul 03:30 am WIB, setelah istirahat sejenak
sambil meneguk hangatnya kopi untuk melawan dinginnya sambutan dari puncak B29
kami bersiap keluar tenda bergabung dengan dengan kelompok lain yang telah terlebih dahulu sampai di puncak
menanti indahnya sunrise.
 |
Seru-seruan bareng temen-temen di dalam tenda. |
 |
4 sekawan katanya geng sejak SMA dulu hehe #keep kompak |
|
Tempat Wisata yang sangat menarik, walaupun dikatan terlarak tapi tak kalah
BalasHapusdengan bukit2 yang ada di
dataran tinggi dieng Wonosobo